Kerusakan Pencemaran Sampah

Biasanya masyarakat tidak mengira sampah akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal, sampah dapat menyebabkan penurunan kualitas udara, pencemaran air, dan pemborosan sumber daya. Selain itu juga mempengaruhi perkembangan ekonomi.

Karenanya, pencegahan dan tempat sampah fiber organik anorganik pengelolaan sampah menjadi tugas baru yang penting bagi kami. Oleh karena itu kita perlu mengetahui darimana sampah itu berasal terlebih dahulu.

Pertama, berasal dari industri. Industri menghasilkan berbagai pembuang air, gas, zat beracun dan limbah kimia. Jika ditempatkan di udara terbuka jual Kursi Drum atau dibuang atau dibuang secara ilegal ke sungai. Akibatnya lingkungan menjadi rusak.

Kedua, sampah domestik: Karena kesadaran warga yang lemah terhadap perlindungan lingkungan, mereka menyebarkan sampah kertas dan gelas. Mereka menggunakan banyak produk sekali pakai sesuka hati. Dengan demikian, banyak polusi yang ditimbulkan seperti polusi debu.

Ketiga, sampah medis: produk khusus Layanan Pengumpulan Limbah Rumah Tangga dengan banyak bakteri telah tertinggal, termasuk air yang tercemar medis, limbah medis, injektor sekali pakai, dan sebagainya. Jika tidak ditangani dengan hati-hati dan langsung dibuang ke sungai atau ditempatkan begitu saja atau bahkan dijual kembali secara ilegal, beberapa penyakit menular akan menyebar.

Sampah membawa banyak kerusakan pada lingkungan:
Pertama, pencemaran air: sampah menghasilkan banyak limbah asam, basa, dan beracun. Beberapa air limbah mengandung merkuri, timbal, dan kadmium yang mencemari air bawah tanah begitu meresap ke dalam tanah. Sebagian besar sungai tercemar oleh amonia nitrogen, fenol yang mudah menguap, dan permanganat. Beberapa sungai kehilangan fungsi pembersihan diri dan dengan demikian mempengaruhi reproduksi kehidupan akuatik.

Kedua, pencemaran udara: di tempat sampah, karena adanya pembakaran dan penempatan sampah, terdapat berbagai gas beracun yang mengandung belerang. Debu dan partikel kecil terbang bersama angin dan dengan demikian, sulfur dioksida di udara meningkat secara signifikan. Dengan demikian, sering terjadi hujan asam, begitu pula pencemaran partikelnya.

Ketiga, pencemaran tanah: banyak daerah digunakan untuk tempat sampah dan dengan demikian, degradasi tanah dan penggurunan terjadi. Karena jumlah kantong plastik yang besar, sisa logam tertinggal di dalam tanah, mengeras, dan tidak cocok untuk menanam tanaman.

Keempat, berbahaya bagi kesehatan manusia: gas beracun dilepaskan oleh sampah dan terbang kemana-mana bersama angin. Akibatnya timbul sulfur dioksida, timbal di udara dan menyebabkan banyak penyakit pernapasan. Ketika air bawah tanah tercemar, orang bisa terkena diare, trachoma, dan penyakit lainnya.

Kelima, berbahaya bagi perkembangan ekonomi: menurut penelitian, 70% sampah bisa didaur ulang. Jika didaur ulang dapat menghasilkan banyak keuntungan, sangat membantu perkembangan ekonomi dan tingkat lapangan kerja. Sebaliknya menyebabkan pemborosan sumberdaya dan gangguan ekologi yang sangat mempengaruhi pembangunan ekonomi.

 

 

Author: pr-rp.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *